1. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah sebuah keniscayaan bagi umat manusia, keberadaan nya seperti wabah yang menjalar bukan hanya orang dewasa tetapi hampir semua manusia telah mengenal tentang teknologi yang saat ini menjadi kebutuhan setiap manusia tersebut. Sebuah keniscayaan bahwa kita hampir tidak bisa meninggalkan dunai teknologi di sebabkan sebuah ketergantungan kepadanya. Namun sebelum kita membahas lebih dalam tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi, alangkah baiknya kita mencari definisinya terlebih dahulu. Menurut salah satu definisi yang penulis ambil dari Wikipedia bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi, adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yang sangat penting yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.[1] Teknologi informasi menurut dictionary of information technology menyebutkan bahwa “the acquisition, processing, storage and dissemination of vocal, pictorial, textual and numerical information by a micro electronics-based combination of computing and telecommunications” (Longley & Shain 2012: 164).[2] Sedangkan menurut Munir bahwa yang di maksud dengan tekonolgi informasi dan komunikasi adalah perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari hardware, software, proses dan sistem yang di gunakan untuk membantu proses komunikasi yang bertujuan agar komunikasi berhasil.[3] Jadi dapat di simpulkan bahwa yang di maksud Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah sebuah sistem teknologi dalam rangka memudahkan penggunanya untuk dapat mengakses informasi serta komunikasi antara pihak satu dengan pihak yang lain.
Teknologi Informasi dan Komunikasi pun tidak terlepas dari kebutuhan setiap lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, karena dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi mampu mempercepat pengetahuan baik dunia teknologi itu sendiri maupun informasi dan komunikasi. Diantara salah satu lembaga tersebut yang sangat menggantungkan proses belajar mengajar terutama pada siswa adalah Sekolah Cikal-Amri yang berada di Setu, Cilangkap jakarta Timur. Sekolah ini sangat bergantung kepada teknologi informasi dan teknologi karena hampir setiap tugas selalu menggunakan media on line yang bisa di kirim baik guru, murid maupun petugas administrasi sekolah tersebut. Bahkan bisa di pastikan bahwa setiap hari keberadaan laptop telah menggantikan buku tulis sebagai sarana belajar mengajar. Sekolah Cikal-Amri adalah salah satu dari sekian banyak institusi yang di buru orang berduit karena sistem yang di pakai menggunakan program IB (Internationa Baccalaureate) dimana di adopsi dari sistem International yang berkantor di Swiss yang di dirikan pada tahun 1968, sehingga ketika di terapkan di Indonesia maka lembaga tersebut harus membayar royalti dengan nilai fantastis kepada pemilik sistem tersebut. Yayasan ini mengembangkan program diploma yang akan memudahkan murid untuk diterima di perguruan tinggi di negara mana pun. Yayasan IB dibagi dalam 5 wilayah yaitu, IB Amerika Utara, IB Afrika, IB Eropa, IB Timur Tengah dan IB Asia Pasifik.
Begitupun jenis kurikulum nya di bagi menjadi tiga, yaitu:
a. IB Primary programme (usia 3 – 12 tahun).
Program dirancang untuk mengembangkan seluruh aspek yang ada dalam diri anak dan mendorong anak untuk aktif belajar. Terdapat 6 bidang studi wajib, yaitu language, social study, mathematic, art, science, dan physical education. Tetapi untuk mewarnai nya biasanya masing-asing lembaga menambahkan materi agama untuk menanamkan nilai-nilai moralitas sesuai kebutuhan lembaga masing-masing.
b. IB Middle years programme (usia 11 – 16 tahun).
Dirancang untuk membantu anak menemukan rasa memiliki dunia ini, yakni hal-hal yang saling berkaitan di dunia ini dengan sikap belajar yang positif. Ada 8 bidang studi wajib yaitu mother tongue, second language, humanities, science, mathematics, art, physical education, dan technology.
c. IB Diploma programme (usia 16 – 19 tahun).
Dirancang untuk mempersiapkan murid usia 16 – 19 tahun agar sukses masuk perguruan tinggi di luar negeri. Program Diploma diberikan selama dua tahun dan telah mendapat pengakuan dari universitas terkenal di seluruh dunia. Adapun bidang studi yang wajib di berikan 6 dan ujian yang harus diselesaikan siswa untuk memperoleh diploma IB, yakni creativity, action, service (siswa wajib belajar aktif melalui pengalaman melakukan kerja nyata di luar kelas), extended essay (siswa wajib melakukan penelitian mandiri terhadap subyek yang dipelajari), theory of knowledge (bidang studi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan refleksi terhadap pengetahuan alam dan secara kritis menguji bidang pemahaman yang berbeda: persepsi, emosi, bahasa dan menyimpulkan), serta jenis pengetahuan yang berbeda (scientific, artistic, mathematical dan historical).
Untuk alasan tersebut penulis ingin mengurai lebih detail tentang pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Sekolah Cikal-Amri, Jakarta Timur untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan yang di bimbing oleh Bapak Dr. Widyo Winarso, M.Pd. Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat untuk kita semua.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang di maksud TIK?
2. Apa landasan dasar di terapkan nya TIK ?
3. Bagaimana TIK di terapkan di Sekolah Cikal-Amri?
C. TUJUAN PEMBAHASAN
1. Untuk mengetahui hakikat TIK
2. Untuk mengetahui landasan-landasan dasar TIK menurut Peraturan Pemerintah
3. Untuk mengetahui penerapan TIK di Sekolah Cikal-Amri, Setu Jakarta Timur
I. PEMBAHASAN
A. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Sebagaimana penjelasan di awal bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi atau yang sering kita sebut TIK adalah sebuah keniscayaan, kita tidak akan pernah bisa menghindari keberadaan nya. Bahkan setiap saat kita membutuhkan sebagai media untuk mempercepat sebuah proses untuk mendapatkan pengetahuan. Banyak sekali para ahli mengemukakan pendapatnya tentang pengertian TIK, pendapat-pendapat ini penulis kutip dari internet namun paling populer diantaranya pendapat yang di kemukakan oleh Eric Deeson yang mengatakan bahwa “Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan”. Sementara Puskur Diknas Indonesia mengatakan bahwa “Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/ pemindahan informasi antar media”. Dan bahkan menurut Susanto bahwa “Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah”.[4] Jadi yang di maksud Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah sebuah alat yang mampu memberikan manfaat untuk mendapatkan sebuah informasi dengan lebih efektif dan efisien dimana penggunanya dapat memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini.
Kemudahan-kemudahan dalam menggunakan teknologi dan informasi tersebut saat ini dapat di rasakan oleh semua pihak, bahkan di semua lini kehidupan membutuhkan nya untuk mempercepat cara kerja dan kemajuan dari bidang yang menggunakan nya. Termasuk di dalam nya dunia pendidikan. Pendidikan saat ini sangat di manjakan keberadaan TIK karena hampir setiap proses belajar mengajar tidak mampu di pisahkan dengan TIK. Menurut Haddad & Jurich mengemukakan bahwa, “... TIK memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan motivasi, memfasilitasi penguasaan keterampilan dasar, membantu meningkatkan inkuiri dan eksplorasi, serta menyiapkan individu untuk dunia yang dikendalikan oleh teknologi.”[5] Ada anggapan bahwa TIK hanya berlaku untuk komputer saja adalah salah besar karena untuk menggunakan teknologi yang berbasis informasi dan komunikasi dewasa ini telah banyak sekali perangkat yang lebih efektif untuk di gunakan bahkan kapan saja dan dimana saja.kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi dewasa ini sangat pesat, hampir semua gadget dapat di manfaatkan untuk mengakses internet sehingga setiap pemegang gadget mampu kapan saja melihat berita-berita yang terjadi di belahan bumi yang lain dalam hitungan detik.
Kesiapan seorang anak didik dalam mendapatkan hal-hal yang berkaitan dengan TIK sangat terbantu dengan gadget-gadget yang di miliki anak saat ini, namun di sisi yang lain bahaya penggunaan pun tidak terlepas dari efek negatifnya.karena semakin mudah seseorang dapat mengaksesnya maka semakin tinggi pula efek-efek yang tidak di inginkan. Salah satu efek negatif tersebut adalah pengaruh-pengaruh negatif yang muncul seperti pornografi, ketergantungan kepada sosmed bahkan hingga ketergantungan kepada gadget itu sendiri. Arahan yang tepat, penggunaan yang seperlunya dan kontrol dari pihak lain adalah solusi terbaik untuk memaksimalkan fungsi TIK terlebih adanya sebuah program khusus yang di terapkan oleh sebuah lembaga pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan Indonesia saat ini.ketika kita menyadari bahwa TIK adalah sebuah media yang mampu memberikan manfaat yang besar kepada penggunanya maka di butuhkan sebuah usaha secara aktif untuk mengarahkan setiap komponen yang terlibat di dalam nya.
Karena salah satu fungsi TIK adalah mengefektifkan kinerja dalam hal informasi dan komunikasi maka dibutuhkan sebuah pengetahuan tentang manfaat dan bahaya penggunaan TIK terutama kepada anak-anak. Ini harus di lakukan sejak dini karena informasi apapun dapat mereka akses tanpa adanya filterisasi sehingga akan berakibat fatal jika di gunakan secara negatif.
B. Landasan Dasar TIK PerMenDikBud dalam Lembaga Pendidikan
Pemerintah telah mengeluarkan SK melalui Permendikbud no 58 tahun 2014 tentang peran guru TIK. Ini semakin menegaskan bahwa dunia TIK semakin tidak bisa kita hindari. Pemerintah dalam hal ini sangat mempunyai peran di dalam menciptakan kebiasaan positif dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pada tahun 2013 mata pelajaran TIK dianggap bukan mata pelajaran wajib sehingga membuat sebagian guru yang telah mengajar di mata pelajaran ini menjadi galau tentang nasib masa depan mereka terutama yang sudah bersertifikasi di bidang tersebut. Sehingga dengan bijak pemerintah pada tahun 2014 mengeluarkan peraturan yang tepatnya di sebut Permendikbud No. 68 Tahun 2014 tentang “Peran guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Dalam Implementasi Kurikulum 2013”.[6]
Diantara penggalan bunyi Permendikbud Nomor 68 Tahun 2014 Tentang Guru TIK dan Keterampilan Komputer yang penulis kutip dari internet adalah :
A. PERAN, KEWAJIBAN, DAN HAK.
1. Guru TIK dan guru KKPI dalam pelaksanaan kurikulum 2013 difungsikan menjadi Guru TIK.
2. Guru TIK berperan sebagai berikut:
a. Membimbing peserta didik pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencapai standar kompetensi lulus n pendidikan dasar dan menengah.
b. Memfasilitasi sesama guru pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam menggunakan TIK untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah; dan c. memfasilitasi tenaga kependidikan pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.Kewajiban
3. Guru TIK berkewajiban
a. Membimbing peserta didik SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, serta menyebarkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran.
b. Memfasilitasi sesama guru SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, serta menyebarkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran.
c. memfasilitasi tenaga kependidikan SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.
d. Beban kerja guru TIK melakukan pembimbingan paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik pertahun pada 1 (satu) atau lebih satuan pendidikan.
e. Bimbingan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan secara:
1. klasikal atau kelompok belajar; dan/atau
2. Individual.
4. Guru TIK sebagaimana dimaksud Pasal 2 dan telah melaksanakan beban dan kewajiban kerja berhak mendapatkan tunjangan profesi pendidik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
5. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
a. Guru TIK memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pembimbingan dan pelayanan TIK terhadap peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan
b. Guru TIK melaksanakan layanan bimbingan TIK kepada peserta didik pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam rangka
1. Mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, serta menyebarkan data dan informasi dalam rangka untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran.
2. Pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuan , potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah dengan memanfaatkan TIK sebagai sarana untuk mengeksplorasi sumber belajar
6. Guru TIK melaksanakan layanan bimbingan TIK kepada sesama guru pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam rangka
a. Pengembangan sumber belajar dan media pembelajaran
b. Persiapan pembelajaran
c. Proses pembelajaran
d. Penilaian pembelajaran; dan
e. Pelaporan hasil belajar
f. Guru TIK melaksanakan fasilitasi kepada tenaga kependidikan pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem manajemen sekolah.
7. Rincian kegiatan guru TIK dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai berikut:
a. Menyusun rancangan pelaksanaan layanan dan bimbingan TIK
b. Melaksanakan layanan dan bimbingan TIK pertahun
c. Menyusun alat ukur/ lembar kerja program layanan dan bimbingan TIK
d. Mengevaluasi proses dan hasil layanan dan bimbingan TIK
e. Menganalisis hasil layanan dan bimbingan TIK
f. Melaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi dengan memperbaiki layanan dan bimbingan TIK
g. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional
h. Membimbing peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler
i. Membimbing guru dalam penggunaan TIK
j. Membimbing tenaga kependidikan dalam penggunaan TIK
k. Melaksanakan pengembangan diri
l. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau membuat karya inovatif.[7]
B. Penerapan TIK di Sekolah Cikal-Amri.
Sekolah Cikal-Amri adalah satu dari sekian banyak sekolah elit yang banyak di buru oleh masyarakat, sebagian masyarakat tidak lagi peduli dengan harga yang di tawarkan oleh lembaga karena mereka ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Bagi mereka investasi pendidikan anak adalah segalanya sehingga berapapun akan mereka bayar demi mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa diantara salah satu tolok ukur yang membedakan kualitas pendidikan yang baik di sebuah lembaga adalah penguasaan terhadap bahasa Inggris dan penguasaan science, jadi lagi-lagi siswa di didik di tuntut menjadi manusia brilliant secara intelektual. Begitupun berkaitan dengan kurikulum nya, yaitu terbagi menjadi 3. Yaitu pertama IB Primary programme (usia 3 – 12 tahun). Yaitu merancang untuk mengembangkan seluruh aspek yang ada dalam diri anak dan mendorong anak untuk aktif belajar. Terdapat 6 bidang studi wajib, yaitu language, social study, mathematic, art, science, dan physical education. Kedua IB Middle years programme (usia 11 – 16 tahun). Dirancang untuk membantu anak menemukan rasa memiliki dunia ini, yakni hal-hal yang saling berkaitan di dunia ini dengan sikap belajar yang positif. Ada 8 bidang studi wajib yaitu mother tongue, second language, humanities, science, mathematics, art, physical education, dan technology. Dan yang ketiga IB Diploma programme (usia 16 – 19 tahun). Program Diploma diberikan selama dua tahun dan telah mendapat pengakuan dari universitas terkenal di seluruh dunia. Adapun bidang studi yang wajib di berikan 6 dan ujian yang harus diselesaikan siswa untuk memperoleh diploma IB, yakni creativity, action, service (siswa wajib belajar aktif melalui pengalaman melakukan kerja nyata di luar kelas), extended essay (siswa wajib melakukan penelitian mandiri terhadap subyek yang dipelajari), theory of knowledge (bidang studi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan refleksi terhadap pengetahuan alam dan secara kritis menguji bidang pemahaman yang berbeda: persepsi, emosi, bahasa dan menyimpulkan), serta jenis pengetahuan yang berbeda (scientific, artistic, mathematical dan historical).
Karena science yang menjadi perhatian utama maka Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah hal yang menjadi menu wajib bagi mereka. Penguasaan TIK tidak lagi di berikan secara formal karena hampir semua komponen di tuntut untuk menguasainya termasuk di dalamnya siswa didik sekalipun untuk tingkatan dasar.
1. TIK untuk Guru.
Di sekolah Cikal-Amri, guru tidak harus sesuai dengan jurusan yang di ambil saat kuliah (linear), yang paling pokok adalah seorang guru harus mampu menguasai materi yang di ajarkan. Di samping itu, guru juga di tuntut untuk menguasai sejumlah program melalui internet dalam setiap kegiatan baik bertukar informasi melalui e-mail yang bisa dilakukan 24 jam, penilaian secara online yang bisa di akses setiap saat oleh orang tua. Program-program TIK yang didapatkan oleh guru berupa rapot online atau sering di sebut Scasy, media sosial untuk berkomunikasi dengan murid (Edmodo), dengan Edmodo inilah di buat grouping jadi siswa dapat mengecek suatu saat untuk mengetahui tugas-tugas dari guru, email untuk berkomunikasi dengan orang tua murid, siswa atau karyawan sekolah yang lain, dan google drive untuk berkomunikasi antara guru dengan siswa atau guru-dengan karyawan lain. Sekolah Menengah Cikal-AMRI juga mempunyai portal sendiri sebagai wadah untuk berkomunikasi dengan orang tua murid (Cikal Community).
2. TIK untuk siswa.
Sebagian besar tugas untuk setiap pelajaran yang harus dikerjakan oleh murid berupa soft copy, sebagai contoh laporan, esay, slide presentasi, video atau digital poster. Murid-murid Sekolah Menengah Cikal-AMRI memanfaatkan situs google drive dalam mengerjakan tugas-tugas mereka, melalui situs google drive pula guru dapat langsung memantau proses pembuatan tugas tersebut dan guru dapat langsung memeriksa serta memberikan masukan. Setiap siswa pun memiliki email pribadi dengan domain website sekolah sebagai wadah untuk berkomunikasi dengan guru, sebagai contoh mereka sebagian besar mengumpulkan tugas melalui email atau bertanya mengenai tugas atau pelajaran yang mereka tidak mengerti melalui email. Siswa pun harus selalu mengecek Edmodo (media sosial sekolah) untuk mengetahui tugas-tugas apa yang harus mereka selesaikan. Melalui Edmodo pun mereka dapat mengetahui pengumuman-pengumuman yang diberikan oleh guru atau sekolah.
3. Penggunaan TIK dari Guru ke Siswa
Di Sekolah Menengah Cikal AMRI, guru-guru menggunakan Edmodo sebagai salah satu bentuk media sosial untuk berkomunikasi dengan murid. Melalui Edmodo guru memberikan tugas yang harus dikerjakan oleh murid. Melalui media tersebut pula guru dapat langsung memberikan nilai dan masukan atas tugas yang telah dikumpulkan, dan murid dapat langsung melihat nilai yang mereka peroleh. Sebagian besar tugas untuk setiap pelajaran yang harus dikerjakan oleh murid berupa soft copy, sebagai contoh laporan, esai, slide presentasi, atau digital poster. Murid-murid Sekolah Menengah Cikal AMRI memanfaatkan situs google drive dalam mengerjakan tugas-tugas mereka, melalui situs google drive pula guru dapat langsung memantau proses pembuatan tugas tersebut dan guru dapatv langsung memeriksa serta memberikan masukan.
Adapun jenis kurikulum yang ada di Cikal-Amri adalah menggunakan sistem IB dimana biasanya di bagi menjadi tiga jenis, yaitu:
a. IB Primary programme (usia 3 – 12 tahun).
Program dirancang untuk mengembangkan seluruh aspek yang ada dalam diri anak dan mendorong anak untuk aktif belajar. Terdapat 6 bidang studi wajib, yaitu language, social study, mathematic, art, science, dan physical education. Tetapi untuk mewarnai nya biasanya masing-asing lembaga menambahkan materi agama untuk menanamkan nilai-nilai moralitas sesuai kebutuhan lembaga masing-masing.
b. IB Middle years programme (usia 11 – 16 tahun).
Dirancang untuk membantu anak menemukan rasa memiliki dunia ini, yakni hal-hal yang saling berkaitan di dunia ini dengan sikap belajar yang positif. Ada 8 bidang studi wajib yaitu mother tongue, second language, humanities, science, mathematics, art, physical education, dan technology.
c. IB Diploma programme (usia 16 – 19 tahun).
Dirancang untuk mempersiapkan murid usia 16 – 19 tahun agar sukses masuk perguruan tinggi di luar negeri. Program Diploma diberikan selama dua tahun dan telah mendapat pengakuan dari universitas terkenal di seluruh dunia. Adapun bidang studi yang wajib di berikan 6 dan ujian yang harus diselesaikan siswa untuk memperoleh diploma IB, yakni creativity, action, service (siswa wajib belajar aktif melalui pengalaman melakukan kerja nyata di luar kelas), extended essay (siswa wajib melakukan penelitian mandiri terhadap subyek yang dipelajari), theory of knowledge (bidang studi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan refleksi terhadap pengetahuan alam dan secara kritis menguji bidang pemahaman yang berbeda: persepsi, emosi, bahasa dan menyimpulkan), serta jenis pengetahuan yang berbeda (scientific, artistic, mathematical dan historical).
Dari beberapa argumentasi dan penjelasan penggunaan media Teknologi informasi dan komunikasi di atas dapat di katakan bahwa TIK sangat mempunyai peran besar di dalam menciptakan generasi yang super cepat dalam memahami dunia teknologi karena hampir setiap tugas selalu tidak meninggalkan dunia teknologi. Hal ini dapat di jadikan contoh bagi lembaga-lembaga lain walaupun intensitasnya tidak seperti pada sekolah-sekolah yang memang sudah sangat maju dari sisi peralatanya.
BAB III
KESIMPULAN
Dari pemaparan di atas dapat di simpulkan bahwa Sekolah Cikal-Amri sangat bergantung kepada dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi terutama saat proses belajar mengajar berlangsung dan itu di lakukan di setiap komponen yang ada di lembaga Sekolah sehingga semua unsur wajib memiliki akses internet 24 jam.
Tidak dapat di pungkiri bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan manusia, karena keberadaan nya adalah sebuah keniscayaan yang tidak mungkin bisa di hindari terutama pada dunia pendidikan. Semakin lembaga tersebut memiliki nama semakin berpotensi untuk terlibat aktif dalam dunia teknologi terutama internet sehingga nyaris tiada batas cakrawaala pengetahuan nya.
Banyak sekali sisi kebaikan penggunaan media ini tetapi ada juga sisi negatif yang harus di perhatikan oleh setiap guru terhadap siswa-siswa nya terutama saat belajar sedang berlangsung. Semoga makalah yang singkat ini bermanfaat untuk kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Longley, D & Shain, M. Dictionary of Information Technology London, 2012
Munir, Kurikulum Berbasis teknologi Informasi dan Komunikasi,Alfabeta, Bandung.
Haddad, WD. & Jurich, S. ICT for Education: Potential and Potency.
https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
http://www.pengertianahli.com/2013/07/pengertian-teknologi-informasi-dan.html
[Online]. tersedia:http://www.ictinedtoolkit.org/usere/library/tech_for_ed_chapters/03.pdf [9 Juli 2012]
http://amhyassam001.blogspot.co.id/2014/07/permendikbud-no-68-tahun-2014-tentang.html
http://iroprojo.blogspot.co.id/2014/07/permendikbud-nomor-68-tahun-2014.html
[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
[2] Longley, D & Shain, M. Dictionary of Information Technology London, 2012
3 Munir, Kurikulum Berbasis teknologi Informasi dan Komunikasi,Alfabeta, Bandung.
[4] http://www.pengertianahli.com/2013/07/pengertian-teknologi-informasi-dan.html
[5] Haddad, WD. & Jurich, S. ICT for Education: Potential and Potency.
[Online]. tersedia:http://www.ictinedtoolkit.org/usere/library/tech_for_ed_chapters/03.pdf [9 Juli 2012]
[6] http://amhyassam001.blogspot.co.id/2014/07/permendikbud-no-68-tahun-2014-tentang.html
[7] http://iroprojo.blogspot.co.id/2014/07/permendikbud-nomor-68-tahun-2014.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar