AQIDAH & AKHLAQ
Mas Punk
UNDERSTANDING
THE PILLAR OF IMAN
(PENGERTIAN
IMAN)
Iman berasal dari bahasa
Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah,
pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan
diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian,
pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu
benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian
pengakuan itu di ikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan
secara nyata. Orang yang beriman disebut Mukmin.
Melanjutkan
penggalan hadits yang pertama ketika Malaikat Jibril menemui Rasul untuk
mengajarkan agama kepada Sahabat, setelah Jibril bertanya tentang Islam dan
Rasul menjawab maka selanjutnya Jibril bertanya “sampaikan kepadaku tentang
Iman?” kemudian Rasul menjawab “Iman adalah ketika engkau percaya kepada
Allah, para MalaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhir dan percaya
kepada ketentuan baik dan burukNya.” Kemudian Jibril mengatakan “engkau
benar”
Seseorang
dikatakan beriman jika memenuhi kriteria diatas, membenarkan dengan hati, di
ucapkan dengan lisan dan terwujud dalam perbuatan. Karena ketiga hal diatas
adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Beriman kepada Allah dan seluruh
yang menjadi syarat keimanan adalah hal mendasar didalam agama Islam sehingga
syarat-syarat tersebut menjadi pokok untuk mengetahui aqidah seseorang. Allah
berfirman di dalam surat An-Nisa 136 “Wahai orang-orang yang beriman,
tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya dan kepada kitab Al-Qur’an yang
diturunkan kepada RasulNya serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa
ingkar kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya dan
hari kemudian maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh”
1.
Iman Kepada Allah
Percaya kepada Allah dengan segala
Sifat-Sifat-Nya, Asma-Asma-Nya dan Af’al-Nya adalah wajib bagi setiap manusia.
Ini menjadi syarat mutlak bagi seseorang yang beragama untuk mempercayai adanya
Allah sebagai Tuhan yang mengatur seluruh alam.
2.
Iman kepada Malaikat-Malaikat-Nya
Malaikat adalah makhluq yang Allah ciptakan
dari Cahaya, yang tidak memiliki hawa nafsu. Mereka adalah makhluq yang hanya
menerima perintah dari Allah, tiada baginya ingkar seperti makhluq-makhluq lain
seperti Iblis dan Manusia. Mereka tidak makan dan minum, tidur seperti manusia.
Secara tabiat Malaikat adalah makhluq yang taat kepada Allah, bahkan
diciptakanya mereka karena sebuah tugas yang di embankan kepadanya. Ada diantara
mereka yang bertugas menyampaikan wahyu-wahyu kepada Rasul, mencabut nyawa
manusia dan seterusnya sehingga apa yang mereka lakukan semua bersifat perintah
dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam surat Fatir ayat 1 “ segala
puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai
utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap
masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat”. Dari ayat di atas kita
diperintahkan oleh Allah untuk mempercayai adanya Malaikat-Malaikat Allah yang
jumlah nya tidak terbatas yang hanya Allah yang tau karena mengimani adanya
mereka adalah sebagai syarat keimanan seseorang.
3.
Iman kepada Kitab-KitabNya
Iman kepada Kitab-Kitab Allah adalah percaya
bahwa Allah menurunkan beberapa Kitab yang di turunkan kepada Rasul melalui
Malaikat Jibri sebagai pedoman hidup Manusia. Sedangkan Kitab-Kitab Allah yang
wajib kita imani ada 4.
a.
Kitab Taurat.
Kitab ini di turunkan oleh Nabi Musa a.s
dengan menggunakan bahasa Ibrani yang berisi tentang ajaran Aqidah dan
Syari’ah. (Surat Al-Maidah, 44)
b.
Kitab Zabur
Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s dengan
menggunakan bahasa Qibti, kitab ini berisi tentang Aqidah, Ibadah dan Nasehat.
(Al-Isra’, 55)
c.
Kitab Injil
Diturunkan kepada Nabi Isa a.s dengan menggunakan bahasa Suryani yang berisi
tentang Aqidah dan Syari’ah. (Surat Al-Maidah, 46)
d.
Kitab Al-Qur’an
Di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan
menggunakan bahasa Arab yang didalamnya berisi tentang Aqidah, Syari’ah,
Muamalah dan Sejarah.
Fungsi Iman kepada Kitab-Kitab Allah, adalah :
a.
Sebagai pedoman hidup dan petunjuk manusia
b.
Sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman
c.
Sebagai pelajaran berharga dari kisah-kisah
umat terdahulu
d.
Sebagai penenang dan penentram hati bagi
manusia yang mengikutinya
e.
Memberikan informasi tentang adanya kehidupan
akherat
f.
Agar manusia mendapatkan kebahagiaan
kehidupan dunia dan akherat.
Jika di lihat dari keistimewaan maka semua
Kitab mempunyai keistimewaan, tetapi Al-Qur’an memiliki keistimewaan yang tidak
dimiliki oleh kitab-kitab terdahulu. Diantaranya adalah Al-Qur’an memuat
ringkasan dari ajaran-ajaran ketuhanan yang ada di kitab-kitab terdahulu,
kemudian Al-Qur’an juga memuat ajaran final yang harus di ikuti oleh semua
manusia sehingga keotentikan dan keaslian Al-Qur’an hingga kini tetap terjaga
bahkan Al-Qur’an bersifat kekal karena tidak ada ilmu apapun yang mampu
menandingi kemukjizatan Al-Qur’an.
4.
Iman kepada Rasul-Rasul-Nya
Salah satu pemahaman yang umum yang
disampaikan para ulama tentang perbedaan Nabi dan Rasul adalah jika Nabi
diberikan wahyu untuk dirinya sendiri dan tidak ada kewajiban untuk disampaikan
kepada umat sementara Rasul menerima wahyu untuk dirinya dan harus disampaikan
kepada umat. Seorang Rasul sama seperti manusia kebanyakan, terkadang sakit,
gembira bahkan menikah.
Jumlah Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui
ada 25, sedangkan untuk jumlah Nabi ada yang mengatakan 24 ribu orang. Dari
sisi kelebihan dan keutamaan nya mereka pun berbeda satu sama lain, untuk itu
Allah memilih sebagian mereka untuk mendapat predikat “Ulul Azmi”, yaitu
a.
Nabi Muhammad
b.
Nabi Nuh
c.
Nabi Ibrahim
d.
Nabi Musa
e.
Nabi Isa
Dan dari
seluruh para Nabi dan Rasul yang telah mendapatkan kemuliaan di sisi Allah maka
Nabi Muhammad adalah Nabi yang paling tinggi kemuliaan nya karena di samping
sebagai penutup para Nabi dan Rasul beliau juga satu-satunya manusia yang telah
berjumpa dengan Allah dan bahkan beliau adalah penyempurna dari seluruh ajaran
yang telah dibawa oleh para Nabi dan Rasul terdahulu.
Bukti-bukti kebenaran Rasulullah Muhammad SAW
a.
Rasul seorang yang Zuhud, beliau tidak pernah
meminta upah atau balasan atau semacamnya yang berkaitan dengan kebendaan.
b.
Rasul Muhammad seorang Ummi, tidak pandai membaca dan menulis.
c.
Sifat-sifat dan akhlaq Rasul, yaitu Siddiq,
Amanah, Tabligh dan Fatonah.
Dari masing-masing nabi dan Rasul diatas,
mereka juga karuniai Allah Mukjizat sebagai alat menaklukan kaum yang
menentang, salah satu contoh Mukjizat Nabi Musa adalah sebuah tongkat yang
mampu membelah lautan, berubah menjadi ular dan seterusnya. Nabi Daud yang
memiliki suara yang merdu, mampu menaklukan besi dan seterusnya. Nabi Muhammad
berupa Al-Qur’an yang hingga kini tetap terjaga keaslianya bahkan umatnya pun
masih merasakan Mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad. Semua kelebihan-kelebihan
diatas adalah sebagai bukti bahwa mereka adalah utusan Allah untuk menyebarkan
agama Tauhid.
Macam-macam kelebihan yang Allah berikan
a.
Mukjizat
Diberikan kepada Nabi dan Rasul, seperti Nabi
Sulaiman mampu berbicara dengan hewan, jin bahkan mampu menaklukan angin dan
masih banyak lagi Nabi yang mendapatkan kemuliaan sesuai zaman dan kebutuhanya.
b.
Karamah
Kelebihan yang Allah berikan kepada para Wali
Allah, biasanya untuk menaklukan manusia yang ingkar kepada hukum-hukum Allah.
c.
Ma’unnah
Sebuah kelebihan yang Allah berikan kepada
manusia biasa yang Allah kehendaki. Biasanya bersifat spontan, karena bersifat
pertolongan dari Allah SWT
d.
Sihir
Sebuah kelebihan yang Allah berikan kepada
orang jahat, seperti dukun, tukang sihir dan semacamnya. Kelebihan ini biasanya
difungsikan untuk menyakiti orang lain karena sifat dasar dari ilmu ini adalah
jahat.
5.
Iman kepada Hari Akhir
Iman kepada hari akhir adalah hal yang sangat
urgent di dalam keimanan. Karena didalam nya terkandung percaya kepada hari
kebangkitan manusia, hari penghitungan amal baik dan buruk manusia bahkan
tentang surge dan neraka. Seseorang yang betul-betul mengimani adanya hari
akhir tentu selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dari hal-hal yang
di larang oleh Allah. Karena seluruh amal baik dan buruk nantinya akan
dipertanggung jawabkan oleh setiap individu manusia. Hari akhir adalah sebuah
proses musnahnya alam semesta, dan seluruh makhluq akan mengalami kematian.
Kemudian Allah akan bangkitkan kembali untuk menghisab seluruh amal perbuatan.
Ketika manusia dibangkitkan, mereka dalam keadaan berbeda-beda sesuai dengan
apa yang menjadi kecenderunganya (amalan-amalan) di dunia.
Ada diantara manusia-manusia yang di
bangkitkan nanti juga mendapatkan Syafa’at dari Nabi Muhammad SAW. Sebuah
pertolongan dari Allah melalui Nabi Muhammad SAW sesuai dengan apa yang
dilakukan semasa di dunia. Manusia yang mendapatkan syafa’at dari Nabi tentu
tidak semua manusia, hanya manusia yang mengimani apa yang dibawa oleh Nabi
Muhammad dan berusaha menjalankan apa yang telah di imani tersebut.
6.
Iman kepada ketetapan Qadha dan Qadar Allah
Mempercayai segala segala sesuatu yang
terjadi pasti atas izin Allah, baik maupun buruknya tidak terlepas dari
genggaman Allah SWT. Allah berfirman dalam Ar-Ra’d 8 “segala sesuatu itu di
sisi Allah adalah dengan ketentuan takdir”.
Hak-hak Allah berdasarkan Qadha dan Qadar-Nya
a.
Allah berhak mengusai seluruh alam semesta
yang menjadi ciptaan-Nya
b.
Allah juga mampu memerintah siapa saja yang
dikehendaki karena Dial ah satu-satu nya Dzat yang tiada tandingan.
c.
Dia mampu memuliakan siapa saja yang Dia
kehendaki dan begitu sebaliknya.
d.
Allah mampu melimpahkan anugerah kepada siapa
dan kapan saja atas kuasa yang di miliki Nya.
Qadar atau Takdir adalah peraturan tertentu
yang telah dibuat oleh Allah untuk segala yang ada di alam semesta yang maujud
ini. Dalam hal ini Tuhan tidak memaksa atas kehendak sesuatu tetapi Tuhan lebih
dulu mengetahui atas apa yang akan terjadi pada diri si makhluq.
Latihan soal
1. Apa yang dimaksud dengan Iman?
2. Sebutkan rukun Iman sebagai syarat sah dari Nabi Muhammad
SAW?
3. Sebutkan tanda-tanda kebenaran Nabi Muhammad SAW?
4. Apa yang engkau ketahui tentang Karamah, dan kepada siapa
Karamah itu di berikan?
5. Ada 4 kitab yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul, kitab
apa saja dan di berikan kepada siapa saja kitab-kitab tersebut?
6. Salah satu rukun Iman adalah percaya kepada hari akhir,
apa yang dimaksud dengan hari akhir itu?
7. Sebutkan manfaat di turunkanya kitab-kitab Allah untuk
manusia?
8. Sebutkan 5 dari 25 Nabi dan Rasul beserta Mukjizatnya?
9. Sebutkan 5 malaikat yang engkau ketahui beserta
tugas-tugasnya?
10. Apa manfaat percaya kepada Qadha dan Qadar Allah untuk
kehidupan kita sehari-hari?
Referensi
Sayyid bin Ibrahim al-Huwaithi,
Syarah Arbain An-Nawawi, Darul Haq. Jakarta
Sayyid Sabiq, Aqidah Islam
(pola hidup manusi beriman), Diponegoro. Bandung.
Ibn Hajar Al-Asqalani, Bulughul
Maram, Jabal. Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar