Jumat, 29 Januari 2016

Pengertian Iman

AQIDAH AKHLAQ
Mas Punk 
UNDERSTANDING THE PILLAR OF IMAN
(PENGERTIAN IMAN)
Iman berasal dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu di ikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata. Orang yang beriman disebut Mukmin.
Melanjutkan penggalan hadits yang pertama ketika Malaikat Jibril menemui Rasul untuk mengajarkan agama kepada Sahabat, setelah Jibril bertanya tentang Islam dan Rasul menjawab maka selanjutnya Jibril bertanya “sampaikan kepadaku tentang Iman?” kemudian Rasul menjawab “Iman adalah ketika engkau percaya kepada Allah, para MalaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhir dan percaya kepada ketentuan baik dan burukNya.” Kemudian Jibril mengatakan “engkau benar”
Seseorang dikatakan beriman jika memenuhi kriteria diatas, membenarkan dengan hati, di ucapkan dengan lisan dan terwujud dalam perbuatan. Karena ketiga hal diatas adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Beriman kepada Allah dan seluruh yang menjadi syarat keimanan adalah hal mendasar didalam agama Islam sehingga syarat-syarat tersebut menjadi pokok untuk mengetahui aqidah seseorang. Allah berfirman di dalam surat An-Nisa 136 “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya dan kepada kitab Al-Qur’an yang diturunkan kepada RasulNya serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya dan hari kemudian maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh”
1.      Iman Kepada Allah
Percaya kepada Allah dengan segala Sifat-Sifat-Nya, Asma-Asma-Nya dan Af’al-Nya adalah wajib bagi setiap manusia. Ini menjadi syarat mutlak bagi seseorang yang beragama untuk mempercayai adanya Allah sebagai Tuhan yang mengatur seluruh alam.
2.      Iman kepada Malaikat-Malaikat-Nya
Malaikat adalah makhluq yang Allah ciptakan dari Cahaya, yang tidak memiliki hawa nafsu. Mereka adalah makhluq yang hanya menerima perintah dari Allah, tiada baginya ingkar seperti makhluq-makhluq lain seperti Iblis dan Manusia. Mereka tidak makan dan minum, tidur seperti manusia. Secara tabiat Malaikat adalah makhluq yang taat kepada Allah, bahkan diciptakanya mereka karena sebuah tugas yang di embankan kepadanya. Ada diantara mereka yang bertugas menyampaikan wahyu-wahyu kepada Rasul, mencabut nyawa manusia dan seterusnya sehingga apa yang mereka lakukan semua bersifat perintah dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam surat Fatir ayat 1 “ segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat”. Dari ayat di atas kita diperintahkan oleh Allah untuk mempercayai adanya Malaikat-Malaikat Allah yang jumlah nya tidak terbatas yang hanya Allah yang tau karena mengimani adanya mereka adalah sebagai syarat keimanan seseorang.

3.      Iman kepada Kitab-KitabNya
Iman kepada Kitab-Kitab Allah adalah percaya bahwa Allah menurunkan beberapa Kitab yang di turunkan kepada Rasul melalui Malaikat Jibri sebagai pedoman hidup Manusia. Sedangkan Kitab-Kitab Allah yang wajib kita imani ada 4.
a.       Kitab Taurat.
Kitab ini di turunkan oleh Nabi Musa a.s dengan menggunakan bahasa Ibrani yang berisi tentang ajaran Aqidah dan Syari’ah. (Surat Al-Maidah, 44)
b.      Kitab Zabur
Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s dengan menggunakan bahasa Qibti, kitab ini berisi tentang Aqidah, Ibadah dan Nasehat. (Al-Isra’, 55)
c.       Kitab Injil
Diturunkan kepada Nabi Isa a.s  dengan menggunakan bahasa Suryani yang berisi tentang Aqidah dan Syari’ah. (Surat Al-Maidah, 46)
d.      Kitab Al-Qur’an
Di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan bahasa Arab yang didalamnya berisi tentang Aqidah, Syari’ah, Muamalah dan Sejarah.
Fungsi Iman kepada Kitab-Kitab Allah, adalah :
a.       Sebagai pedoman hidup dan petunjuk manusia
b.      Sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman
c.       Sebagai pelajaran berharga dari kisah-kisah umat terdahulu
d.      Sebagai penenang dan penentram hati bagi manusia yang mengikutinya
e.       Memberikan informasi tentang adanya kehidupan akherat
f.       Agar manusia mendapatkan kebahagiaan kehidupan dunia dan akherat.
Jika di lihat dari keistimewaan maka semua Kitab mempunyai keistimewaan, tetapi Al-Qur’an memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kitab-kitab terdahulu. Diantaranya adalah Al-Qur’an memuat ringkasan dari ajaran-ajaran ketuhanan yang ada di kitab-kitab terdahulu, kemudian Al-Qur’an juga memuat ajaran final yang harus di ikuti oleh semua manusia sehingga keotentikan dan keaslian Al-Qur’an hingga kini tetap terjaga bahkan Al-Qur’an bersifat kekal karena tidak ada ilmu apapun yang mampu menandingi kemukjizatan Al-Qur’an.
4.      Iman kepada Rasul-Rasul-Nya
Salah satu pemahaman yang umum yang disampaikan para ulama tentang perbedaan Nabi dan Rasul adalah jika Nabi diberikan wahyu untuk dirinya sendiri dan tidak ada kewajiban untuk disampaikan kepada umat sementara Rasul menerima wahyu untuk dirinya dan harus disampaikan kepada umat. Seorang Rasul sama seperti manusia kebanyakan, terkadang sakit, gembira bahkan menikah.
Jumlah Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui ada 25, sedangkan untuk jumlah Nabi ada yang mengatakan 24 ribu orang. Dari sisi kelebihan dan keutamaan nya mereka pun berbeda satu sama lain, untuk itu Allah memilih sebagian mereka untuk mendapat predikat “Ulul Azmi”, yaitu
a.       Nabi Muhammad
b.      Nabi Nuh
c.       Nabi Ibrahim
d.      Nabi Musa
e.       Nabi Isa
Dan dari seluruh para Nabi dan Rasul yang telah mendapatkan kemuliaan di sisi Allah maka Nabi Muhammad adalah Nabi yang paling tinggi kemuliaan nya karena di samping sebagai penutup para Nabi dan Rasul beliau juga satu-satunya manusia yang telah berjumpa dengan Allah dan bahkan beliau adalah penyempurna dari seluruh ajaran yang telah dibawa oleh para Nabi dan Rasul terdahulu.
Bukti-bukti kebenaran Rasulullah Muhammad SAW
a.       Rasul seorang yang Zuhud, beliau tidak pernah meminta upah atau balasan atau semacamnya yang berkaitan dengan kebendaan.
b.      Rasul Muhammad seorang Ummi,  tidak pandai membaca dan menulis.
c.       Sifat-sifat dan akhlaq Rasul, yaitu Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fatonah.
Dari masing-masing nabi dan Rasul diatas, mereka juga karuniai Allah Mukjizat sebagai alat menaklukan kaum yang menentang, salah satu contoh Mukjizat Nabi Musa adalah sebuah tongkat yang mampu membelah lautan, berubah menjadi ular dan seterusnya. Nabi Daud yang memiliki suara yang merdu, mampu menaklukan besi dan seterusnya. Nabi Muhammad berupa Al-Qur’an yang hingga kini tetap terjaga keaslianya bahkan umatnya pun masih merasakan Mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad. Semua kelebihan-kelebihan diatas adalah sebagai bukti bahwa mereka adalah utusan Allah untuk menyebarkan agama Tauhid.
Macam-macam kelebihan yang Allah berikan
a.       Mukjizat
Diberikan kepada Nabi dan Rasul, seperti Nabi Sulaiman mampu berbicara dengan hewan, jin bahkan mampu menaklukan angin dan masih banyak lagi Nabi yang mendapatkan kemuliaan sesuai zaman dan kebutuhanya.
b.      Karamah
Kelebihan yang Allah berikan kepada para Wali Allah, biasanya untuk menaklukan manusia yang ingkar kepada hukum-hukum Allah.
c.       Ma’unnah
Sebuah kelebihan yang Allah berikan kepada manusia biasa yang Allah kehendaki. Biasanya bersifat spontan, karena bersifat pertolongan dari Allah SWT
d.      Sihir
Sebuah kelebihan yang Allah berikan kepada orang jahat, seperti dukun, tukang sihir dan semacamnya. Kelebihan ini biasanya difungsikan untuk menyakiti orang lain karena sifat dasar dari ilmu ini adalah jahat.



5.      Iman kepada Hari Akhir
Iman kepada hari akhir adalah hal yang sangat urgent di dalam keimanan. Karena didalam nya terkandung percaya kepada hari kebangkitan manusia, hari penghitungan amal baik dan buruk manusia bahkan tentang surge dan neraka. Seseorang yang betul-betul mengimani adanya hari akhir tentu selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dari hal-hal yang di larang oleh Allah. Karena seluruh amal baik dan buruk nantinya akan dipertanggung jawabkan oleh setiap individu manusia. Hari akhir adalah sebuah proses musnahnya alam semesta, dan seluruh makhluq akan mengalami kematian. Kemudian Allah akan bangkitkan kembali untuk menghisab seluruh amal perbuatan. Ketika manusia dibangkitkan, mereka dalam keadaan berbeda-beda sesuai dengan apa yang menjadi kecenderunganya (amalan-amalan) di dunia.
Ada diantara manusia-manusia yang di bangkitkan nanti juga mendapatkan Syafa’at dari Nabi Muhammad SAW. Sebuah pertolongan dari Allah melalui Nabi Muhammad SAW sesuai dengan apa yang dilakukan semasa di dunia. Manusia yang mendapatkan syafa’at dari Nabi tentu tidak semua manusia, hanya manusia yang mengimani apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad dan berusaha menjalankan apa yang telah di imani tersebut.
6.      Iman kepada ketetapan Qadha dan Qadar Allah
Mempercayai segala segala sesuatu yang terjadi pasti atas izin Allah, baik maupun buruknya tidak terlepas dari genggaman Allah SWT. Allah berfirman dalam Ar-Ra’d 8 “segala sesuatu itu di sisi Allah adalah dengan ketentuan takdir”.
Hak-hak Allah berdasarkan Qadha dan Qadar-Nya
a.       Allah berhak mengusai seluruh alam semesta yang menjadi ciptaan-Nya
b.      Allah juga mampu memerintah siapa saja yang dikehendaki karena Dial ah satu-satu nya Dzat yang tiada tandingan.
c.       Dia mampu memuliakan siapa saja yang Dia kehendaki dan begitu sebaliknya.
d.      Allah mampu melimpahkan anugerah kepada siapa dan kapan saja atas kuasa yang di miliki Nya.
Qadar atau Takdir adalah peraturan tertentu yang telah dibuat oleh Allah untuk segala yang ada di alam semesta yang maujud ini. Dalam hal ini Tuhan tidak memaksa atas kehendak sesuatu tetapi Tuhan lebih dulu mengetahui atas apa yang akan terjadi pada diri si makhluq.



Latihan soal
1.      Apa yang dimaksud dengan Iman?
2.      Sebutkan rukun Iman sebagai syarat sah dari Nabi Muhammad SAW?
3.      Sebutkan tanda-tanda kebenaran Nabi Muhammad SAW?
4.      Apa yang engkau ketahui tentang Karamah, dan kepada siapa Karamah itu di berikan?
5.      Ada 4 kitab yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul, kitab apa saja dan di berikan kepada siapa saja kitab-kitab tersebut?
6.      Salah satu rukun Iman adalah percaya kepada hari akhir, apa yang dimaksud dengan hari akhir itu?
7.      Sebutkan manfaat di turunkanya kitab-kitab Allah untuk manusia?
8.      Sebutkan 5 dari 25 Nabi dan Rasul beserta Mukjizatnya?
9.      Sebutkan 5 malaikat yang engkau ketahui beserta tugas-tugasnya?
10.  Apa manfaat percaya kepada Qadha dan Qadar Allah untuk kehidupan kita sehari-hari?




Referensi
Sayyid bin Ibrahim al-Huwaithi, Syarah Arbain An-Nawawi, Darul Haq. Jakarta
Sayyid Sabiq, Aqidah Islam (pola hidup manusi beriman), Diponegoro. Bandung.
Ibn Hajar Al-Asqalani, Bulughul Maram, Jabal. Bandung.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar