Jumat, 29 Januari 2016

Pengertian Islam

 Pertemuan I

AQIDAHAKHLAQ
 Mas Punk 
UNDERSTANDING THE PILLAR OF ISLAM   (PENGERTIAN ISLAM)
Islam adalah agama yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjadi pedoman hidup bagi manusia sekalian, di dalam nya mengatur seluruh aturan yang jika di taati oleh manusia maka manusia tersebut akan selamat dunia dan akhirat. Islam secara bahasa adalah selamat, damai, tunduk dan patuh. Jadi substansi manusia beragama Islam pada dasarnya akan selamat jika dalam prosesnya manusia tersebut tunduk dan patuh atas segala aturan yang Allah buat melalui Nabi Muhammad SAW.  Allah berfirman dalam Al-Qur’an :
 “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedangkan dia mengerjakan kebaikan. Dan dia mengikuti agama Ibrahim yang lurus dan Allah menjadikan kesayangan-Nya (An-Nisa’, 125).
Sebagaimana yang pernah diceritakan oleh Umar Ibn Khattab dan diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa “suatu hari datang kepada Rasul (saat itu berkumpul dengan sahabat) seorang yang sangat putih pakaianya, sangat hitam rambutnya, dan tidak ada bekas perjalanan jauh bahkan diantara sahabat tidak ada yang mengenalnya. Kemudian orang tersebut menyandarkan kedua lututnya dan meletakkan kedua telapak tanganya diatas kedua paha dan berkata “wahai Muhammad, kabarkan aku tentang Islam?” kemudian Nabi menjawab “ Islam adalah ketika engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mengerjakan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan pergi haji bagi yang mampu…………..”. Penggalan hadits tersebut dijadikan oleh para ulama sebagai dasar dan rukun Islam sebagaimana yang kita ketahui saat ini.
1.      Syahadat
Syahadat adalah sebuah kesaksian yang berisi tentang penetapan Dzat Allah, sifat-sifat Allah, dan juga kebenaran Rasulullah SAW. Yang di baca seseorang tatkala ingin memasuki agama Islam dan di saksikan oleh beberapa saksi untuk menguatkan proses keIslaman nya. Syahadat ini dianggap penting karena dengan sebuah persaksian diharapkan menjadi I’tibar bahwa tiada ada Tuhan yang wajib di ibadahi hanyalah Allah SWT dan Muhammad adalah utusan Allah yang di amanahi untuk menebarkan kasih sayang di muka bumi.
2.      Sholat
Sholat adalah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap manusia yang mengaku dirinya sebagai seorang Muslim. Sholat menjadi sangat penting karena dari cara mendapatkanya Nabi Muhammad sendiri yang langsung menjemput nya ke Sidratul Muntaha untuk bertemu langsung dengan Allah. Tata cara dalam mengerjakan sholat telah diatur sedemikian rupa dalam pembahasan Fiqih sholat. Jenis sholat sunnah bermacam-macam sebagai nilai tambah bagi seseorang yang ingin menambah ibadah di sisi Allah.
Perumpamaan bagi orang yang mendirikan sholat dengan yang tidak adalah seperti seseorang yang sedang membangun sebuah bangunan yang megah yang di ridhoi Allah karena atas dasar ketaqwaan dan seseorang yang sedang membangun bangunan yang dilaknat oleh Allah karena bangunan yang yang dibangun diatas jurang kenistaan (At-Taubah, 109).
3.        Zakat
Zakat adalah mengeluarkan sebagian rezeki kepada saudara-saudara kita yang berhak menerima zakat (Mustahik) untuk menyempurnakan Ibadah kita kepada Allah SWT. Adapun jumlahnya banyak perbedaan diantara ulama tetapi di Indonesia yang mayoritas Syafi’iyah berpendapat 3,5 liter beras. Beras dijadikan sebagai symbol makanan pokok kita sehari-hari dan ini tidak berlaku bagi Muslim yang ada di Timur Tengah misalnya karena makanan pokok dari masing-masing negara berbeda.
Dari sekian banyak ibadah, hanya zakat yang langsung bersentuhan dengan manusia langsung. Karena yang mengeluarkan, menyalurkan dan menikmati semua berurusan dengan manusia. Zakat juga dibagi menjadi bermacam-macam, ada zakat fitrah yang dilakukan setelah selesai Puasa Ramadhan, zakat mal, zakat profesi dan lain-lain.
4.      Puasa
Puasa di lakukan di bulan Ramadhan sebagai kewajiban setahun sekali. Yaitu menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang dilarang mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan syarat dan rukun nya. Allah berfirman “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kalian bertaqwa (Al-Baqarah, 183)”
Salah satu keistimewaan puasa adalah paling cepat untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena nilai pahala nya adalah langsung dari Allah SWT. Jenis puasa selain puasa Ramadhan bermacam-macam, senen-kamis, daud, syawal dan lain-lain yang semua itu diperuntukkan bagi manusia muslim yang ingin betul-betul menguak rahasia Tuhan melalui media puasa.
5.      Haji
Haji adalah sebuah kewajiban yang hanya di peruntukkan bagi mereka yang mempunyai kelebihan kemampuan. Baik mampu harta, kesehatan, dan lain-lain. Ibadah Haji ini dianggap sebagai penyempurna rukun Islam karena ibadah haji hanya bisa dilakukan oleh orang yang betul-betul mendapatkan panggilan dari Allah SWT. Rasulullah bersabda “Umrah ke umrah menghapus dosa-dosa diantara keduanya dan tidak ada pahala bagi haji Mabrur kecuali surga (Muttafaqun Alaih).
Ibadah haji dilakukan pada bulan tertentu, seluruh umat Islam berkumpul untuk meluapkan kerinduan kepada ajaran Nabi Muhammad SAW.
Dari penjelasan rukun Islam diatas diharapkan kita betul-betul memahami dasar-dasar keislaman, karena dari dasar itulah yang akan menentukan sikap dan amaliah kita sehari-hari. Pemahaman yang salah tentang rukun Islam pasti berefek kepada perilaku didalam menjalankan segala apa yang telah diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW, semoga kita semua termasuk orang-orang yang betul-betul diakui keislaman kita oleh Sohibu Syar’I yaitu Allah dan Rasul Nya.

Latihan soal
1.      Apa yang anda ketahui tentang Islam?
2.      Sebutkan rukun Islam sesuai hadits yang di sampaikan oleh Umar Ibn Khattab?
3.      Siapakah yang menghadap kepada Rasulullah saat beliau berkumpul dengan para sahabatnya?
4.      Apa yang engkau ketahui tentang Syahadat?
5.      Sebutkan keistimewaan puasa?
Referensi
Sayyid bin Ibrahim al-Huwaithi, Syarah Arbain An-Nawawi, Darul Haq. Jakarta
Sayyid Sabiq, Aqidah Islam (pola hidup manusi beriman), Diponegoro. Bandung.
Ibn Hajar Al-Asqalani, Bulughul Maram, Jabal. Bandung.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar