Jumat, 29 Januari 2016

ilmu

AQIDAH AKHLAQ
Mas Punk
UNDERSTANDING OF ISLAMIC SCIENCE
(PENGERTIAN ILMU MENURUT ISLAM)
            Ilmu berasal dari bahasa Arab yaitu alima yang bermakna mengetahui. Jadi sebuah proses untuk mengetahui sesuatu sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Allah memposisikan ilmu di tempat yang lebih tinggi di banding yang lain karena ilmu sebagai poros kehidupan yang mengatur benar salah nya manusia saat bertindak. Allah SWT berfirman di dalam surat Al-Mujadalah 11 “Allah mengangkat beberapa derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan”. Di dalam ayat ini dengan jelas Allah menjelaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat bagi manusia-manusia yang memiliki keimanan dan ilmu pengetahuan, karena orang yang beriman dan orang berpengetahuan pada dasarnya satu kesatuan. Seseorang tidak akan meyakini sesuatu jika tidak memiliki pengetahuan tentangnya, maka dikatakan seseorang beriman jika dia memiliki pengetahuan tentangnya.
            Begitu mulia nya posisi ilmu sehingga Rasulullah saw bersabda: “Sekiranya kamu keluar pada waktu pagi untuk mempelajari satu bab dari ilmu adalah lebih baik dari kamu sholat sunnah 100 rakaat” di salah satu kesempatan yang berbeda Rasul juga pernah menyampaikan bahwa “tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi Allah SWT dari pada orang yang mempunyai ilmu, kemudian mengajarkannya kepada orang lain”.
Perbedaan ilmu menurut Barat dan Islam
Dalam pengertian Barat modern, ilmu adalah sesuatu yang dapat di indera, fakta dan rasional karena merujuk kepada perkara-perkara yang boleh dilihat dan dirasai oleh panca indera lahir dan bersifat empiris. Jika menemukan di luar logika, atau sesuatu yang tidak rasional maka dianggap bukan ilmu pengetahuan. Syarat di katakana sebuah ilmu adalah mampu di buktikan secara empiris keberadaanya sehingga sangat bersifat objektif. Sisi kelemahan nya adalah mereka tidak mampu menggali nilai-nilai non empiris dari permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat.
Sedangkan pandangan Islam tentang ilmu adalah bagaimana menggabungkan antara sumber agama dan ilmu pengetahuan itu sendiri. Justru di dalam Islam bahwa hal-hal yang berkaitan dengan agama seperti fiqih, tauhid dan lain-lain adalah bagian dari ilmu itu sendiri. Tidak hanya itu, hal-hal yang memang membutuhkan sebuah keyakinan seperti mempercayai adanya alam Gaib juga termasuk ilmu pengetahuan namun yang menjadi persoalan hal-hal yang demikian sulit untuk di buktikan secara empiris karena ranah nya adalah di keyakinan. Namun sebuah keyakinan tetaplah bagian dari ilmu.
Berdasarkan sumber nya, ilmu di bagi 2 :
1. Ilmu Husuli
Adalah ilmu yang cara mendapatkanya melalui sebuah proses belajar, membaca, menganalisa, meneliti dan mengkaji. Seperti kita sekarang yang sedang berproses untuk mendapatkan ilmu yaitu dengan cara belajar setiap hari. Karena salah satu syarat untuk mendapatkan ilmu adalah belajar dengan kurun waktu yang lama.
2. Ilmu Hudluri
Adalah ilmu yang langsung dari Allah SWT, tanpa belajar. Sebuah anugerah dari Allah yang hanya diberikan kepada siapa-siapa yang telah telah terbebas dari kotoran-kotoran hati.  Salah satu kisah para wali Allah yang mendapatkan ilmu ini adalah kisah Nabi Musa dan Khidir, dimana Khidir yang telah mendapatkan ilmu Hudluri mengajarkan Musa di dalam banyak hal. Suatu ketika Allah menyuruh Musa untuk menemui seseorang dalam rangka belajar, ketika Musa bertemu dengan Khidir maka Musa mengungkapkan bahwa dirinya ingin belajar kepadanya. Lantas Khidir mengatakan bahwa dirinya tidak akan kuat mengikuti tetapi Musa memaksa dan berfikir bahwa dirinya akan sanggup dan kuat saat mengiktuinya. Di dalam sebuah perjalanan saat menyeberang lautan, tiba-tiba Khidir melubangi perahu yang ditumpangi oleh mereka sehingga membuat Musa protes atas apa yang di lakukan oleh Khidir sampai Khidir mengatakan bahwa engkau tidak akan kuat mengikuti perjalananya. sehingga Musa meminta maaf atas nya. setelah sampai di darat, tiba-tiba mereka bertemu seorang anak kecil kemudian Khidir membunuhnya dan sontak membuat Musa geram atas apa yang di lakukan Khidir, untuk kesekian kalinya Khidir mengatakan bahwa engkau tidak akan sanggup mengikuti perjalanannya hingga Musa kembali meminta maaf  dan berjanji tidak akan protes lagi. Kemudian mereka tiba di suatu tempat yang rumahnya hamper roboh, dan di ajaklah Musa oleh Khidir untuk memperbaikinya dan Musa pun kembali terheran-heran atas apa yang di lakukan Khidir. Dan dari situlah Khidir menjelaskan satu persatu atas apa yang terjadi kepadanya, kenapa dia melubangi kapal yang di tumpanginya karena di saat menyeberang lautan ada sekelompok penjaga istana yang selalu merampas kapal-kapal yang lewat sehingga dengan melubangi kapal tersebut penjaga tersebut tidak perlu untuk merampasnya karena di anggap kapal rusak. Kemudian kenapa dia membunuh seorang anak kecil yang di temuinya, karena Allah telah mengabarkan kepada nya bahwa kelak anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya sementara orang tua anak tersebut adalah orang-orang sholeh Allah ingin mengganti anak tersebut dengan seorang anak yang lebih baik darinya sehingga orang tuanya terbebas dari kesalahan-kesalahan anak tersebut. Kemudian tatkala mereka singgah di suatu tempat dan menemukan rumah yang akan roboh dan berusaha untuk memperbaikinya maka Khidir menjelaskan bahwa rumah tersebut adalah milik anak Yatim dan di dalamnya terdapat banyak harta peninggalan orang tua si yatim tersebut, Allah ingin mereka memperbaiki rumah tersebut sehingga anak yatim tersebut dan harta nya selamat dari orang-orang yang ingin berbuat jahat kepadanya.
Dari penjelasan Khidir tentang kejadian-kejadian yang mereka lalui membuat Musa bertaubat kepada Allah, bahwa sikap sombong bukanlah sikap yang baik bagi seorang makhluq walaupun telah mengalahkan seorang raja sekalipun.
Sebuah riwayat yang lain tentang keutamaan orang yang berilmu seperti 7000 derajat dari pada orang beribadah, karena sekali lagi bahwa sebanyak apapun ibadah seseorang jika dilakukan tanpa menggunakan ilmu maka baginya hanya lelah dan letih. Setiap manusia wajib menuntut ilmu karena denganya manusia bisa selamat atau celaka. Ilmu yang wajib di cari ada 3:
1.      Ilmu Tauhid, yaitu ilmu yang berisi tentang pokok-pokok agama, dasar-dasar agama. Seperti rukun Islam, rukun Iman dan hal-hal pokok lainya dalam agama.
2.      Ilmu Syariat, yaitu ilmu tentang hukum-hukum Islam (Fiqih), mazhab-mazhab dalam Islam seperti mazhab Syafi’I, mazhab Maliki, mazhab Hambali, mazhab Hanafi, Mazhab Ja’fari, mazhab Zaidi, mazhab Tasdiqi, dan mazhab Ad-Dzahabi. Kedelapan mazhab ini sudah di nyatakan sah bagi ulama’ dunia yang jika seseorang mengikutinya maka dia haram untuk di kafirkan bahkan di sesatkan. Menurut ulama-ulama dunia pengamalan ilmu Tasawuf juga merupakan sah untuk di ikuti karena tetap bersumber kepada Al-Qur’an dan Hadits.
3.      Ilmu Sirr (Tasawuf), ilmu batin yaitu untuk mengetahui penyakit-penyakit hati yang di alami manusia. Karena dengan memahami ilmu ini, manusia akan terhindar dari penyakit sombong, riya, ujub, dengki dan penyakit-penyakit hati lainya. Dan ketika manusia sudah terbebas dari penyakit-penyakit hati maka dengan mudah Allah akan membuka hijab yang selama ini menyelimutinya. Semoga Allah tetap melindungi kita dari penyakit-penyakit hati yang selalu mengintai kita. Amin.
Tasawuf di bagi menjadi 2 :
a.       Tasawuf amali
Yaitu tasawuf yang langsung kepada praktek, mengikuti sebuah Tarekat tertentu dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah melalui bimbingan seorang Mursyid
b.      Tasawuf Nazari
Yaitu tasawuf yang di kemas secara teori dalam bentuk pemahaman tentang segala hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan. Ini biasanya banyak di kaji di dalam dunia-dunia akademisi karena membutuhkan sebuah pemahaman yang betul-betul mendalam.



Latihan soal
1.      Apa yang kalian ketahui tentang ilmu?
2.      Apakah yang menjadi perbedaan utama antara ilmu dalam pandangan Barat dan Islam?
3.      Berdasarkan dari sumber-sumber nya, ilmu di bagi menjadi 2. Sebutkan dan jelaskan masing-masing pembagian tersebut?
4.      Orang yang berilmu ibarat 7000 derajat lebih mulia dari pada orang ahli ibadah, jelaskan maksudnya?
5.      Jelaskan perbedaan Tasawuf Amali dan Tasawuf Nazari?




Referensi
Imam Ghazali, Mukhtasar Ihya’ Ulumuddin, Pustaka Amani Jakarta
Imam Ghazali, Raudhah (Taman Jiwa Kaum Sufi) Risalah Gusti. Surabaya.
Internet




Tidak ada komentar:

Posting Komentar